Image default
Internasional

Fasilitas Minyak Arab Saudi Diserang Drone dari Yaman tapi yang Disalahkan Justru Iran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Sabtu lalu, menyalahkan Iran atas serangan pesawat tak berawak yang terjadi baru baru ini di ladang minyak Saudi Aramco. Ia mendesak masyarakat internasional untuk secara terbuka dan tegas mengutuk serangan yang ia klaim dilakukan Iran. Bahkan Pompeo menuding Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tengah 'berpura pura' mengadakan jalur diplomasi.

"Iran berada di balik hampir 100 serangan terhadap Arab Saudi, sementara Rouhani dan Zarif berpura pura terlibat dalam diplomasi," kata Pompeo. "Di tengah semua seruan untuk eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia, tidak ada bukti serangan dari Yaman,". Sedangkan Iran belum menanggapi tudingan tersebut.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (15/9/2019), sebelumnya pada Sabtu lalu, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump dalam panggilan teleponnya bahwa kerajaannya siap dan mampu menghadapi agresi teroris ini. Seperti yang dikutip dari media setempat, Saudi Press Agency (SPA). Trump kemudian menegaskan, AS akan bersekutu dengan Arab Saudi dan mendukung tindakan yang akan diambil kerajaan tersebut.

Ia menekankan apa yang disebutnya sebagai dampak negatif serangan terhadap AS dan ekonomi global. Perlu diketahui, kebakaran melanda kilang minyak Abqaiq, sebuah fasilitas produksi yang selama ini terjaga keamanannya. Tidak hanya itu, fasilitas pemrosesan minyak di dekat ladang minyak Khurais yang terletak 100 mil di Timur Riyadh pun turut terbakar pada Sabtu pagi waktu Arab Saudi.

Gerakan oposisi bersenjata Yaman Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Menurut sebuah pernyataan yang disampaikan pasukan bersenjata Houthi dan disiarkan saluran TV Almasirah, kelompok itu menyerang kilang minyak Abqaiq dan Khura menggunakan 10 drone. Itu menjadi operasi terbesar Houthi di wilayah Saudi hingga saat ini.

Serangan disebut akan berlanjut sampai Arab Saudi berhenti melakukan operasi militer di Yaman. Peristiwa kebakaran tersebut diduga terjadi saat pasukan bersenjata Houthi melakukan serangan pesawat tak berawak ke ladang minyak dan kilang Shaybah di Arab Saudi. Hal itu mendorong dilakukannya serangan balasan oleh Saudi pada target di Yaman Utara.

Sejak 2015 lalu, Yaman memang dilanda perang yang melibatkan pasukan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abdrabuh Mansour Hadi yang diasingkan dengan gerakan pemberontak Houthi. Koalisi yang dipimpin Saudi pun telah melakukan serangan udara terhadap Houthi atas permintaan Hadi, sejak Maret 2015 lalu.

Baca Juga

Lupa Waktu Saat Asyik Selingkuh, Seorang Polwan Tak Sadar Anaknya Tewas Terpanggang di Dalam Mobil

Diana Nurhani

Menlu Malaysia Paparkan Landasan Baru Politik Luar Negerinya di Paramadina

Diana Nurhani

Anggota Geng Motor Berjanji Akan Mengawal Masjid Selandia Baru untuk Lindungi Jemaah saat Beribadah

Diana Nurhani

Seorang Wanita Pengemis Ditemukan Meninggal Dunia, Tangannya Menggenggam Segepok Uang

Diana Nurhani

Jatuh Cinta Bisa Membuat Remaja Inggris Ini Meninggal Dunia karena Penyakit Langka yang Dideritanya

Diana Nurhani

Intip Cuplikan TVXQ dan Super Junior Saat Melancong Bareng ke Yogyakarta

Diana Nurhani

Jelang Kaisar Jepang Turun Tahta, Pisau Dapur Ditemukan di Meja Sekolah Pangeran Hisahito

Diana Nurhani

Mantan Pilot Ternama Jepang: Kasus MH-370, Ada yang Disembunyikan Pemerintah dan Malaysia Airlines

Diana Nurhani

Justin Bieber Ungkap Alasan Mengapa Ia Mendadak Tantang Tom Cruise Berduel

Diana Nurhani

Insiden Penikaman di Lyon Prancis Selatan, Satu Orang Tewas, Sembilai Lainnya Terluka

Diana Nurhani

Islandia Gelar Upacara Pemakaman dan Pasang Monumen untuk Gletser yang Hilang Akibat Perubahan Iklim

Diana Nurhani

Seorang Lansia Dijebloskan ke Penjaja Gara-gara Nekat Buka Pintu Darurat Pesawat Saat Mau Turun

Diana Nurhani

Leave a Comment